Skip to main content

Posts

Showing posts with the label jantung dan ginjalku

Jatuh Cinta di Biologi

Seumur hidup aku, aku cuma tau kalo cowok bakal ngasiin jaketnya ke cewek itu di cerita-cerita sama di film-film. Aku sendiri belom pernah ngerasain kebaikan cowok yang satu itu. :) Tapi kemarin, aku ngerasain juga. Ceritanya aku mau naik gunung bareng sama cowok itu. Tapi aku lupa ga bawa jaket. Aku sempet mau ngebatalin buat naik gunung, tapi dia bilang kalo aku pake jaketnya dia aja. Dan dia ngasiin jaket yang lagi dia pake ke aku. "Nih, pake. Sekalian sama ini juga (rompi). Sini kemeja kamu dilepas aja." Kata dia. Dan aku nurut. Kemeja tipisnya aku buka, aku pake jaket dia terus didobel sama rompi dia. "Udah berapa lama ga dicuci, ***?" Tanyaku. "Kenapa? Kecium gitu baunya?" Tanyanya sambil membantu memasang resleting jaketnya. "Ini agak macet." Katanya lagi. "Nah udah." Lalu dia memegang bahuku. Ujung bahu tepatnya. Engga sampe satu detik. Tapi dia adalah orang pertama . :)))) "Agak bau." Sahutku. ...

untukku

Ini bukan sebuah puisi, ketika bahasa itu membicarakan alpha dengan kata beta, ketika daun disebut bunga, ketika dunia diucap surga. Tidak, aku tidak bsa berkata seperti itu.aku suka angka 1 dan 0 tetap menjadi kode biner nol dan satu bukan menjadi angka sempurna 10 hasil kombinasi ada dan maya. Ya karena aku melihatmu. Aku tidak melihat kuku-kuku tangan dan kakimu seperti mutiara, kristal atau entah apa, tapi aku suka. Bahkan tidak ada sesuatu yang ada padamu menyerupai bintang, pelangi, nada, puisi... Tidak juga sama skali. Lagi-lagi aku melihatmu. Aku suka kamu. Aku suka kamu. Aku suka kamu, bukan yg lain. 7 oktober 2011 00:02

kau mengubah lagu hidupku...

Kau mengubah lagu hidupku... Kau mengaransemen tangga-tangga nada minor menjadi mayor. Perlahan, aku merasa lagu sendu yang mengiriku berubah menjadi lagu ceria. Kakiku yang diseret menahan perih dan luka kini berjingkrak riang. Senyum yang dulu dilingkari air mata mulai menyembul, air mata itu sudah mengering . Cuaca yang selalu, mendung, dingin dan tidak bersahabat, yang selalu membuatku mengurung dan menutup diri, kini mulai punya matahari. Matahari yang hangat itu menyinariku dan memberiku rasa hangat. kau... adalah puisi yang paling kucintai (karena memang aku tak pernah berkenalan dengan puisi manapun) adalah lagu yang akan sering kusenandungkan (yang tak peduli meskipun wajahku ini tak pantas untuk menyanyikan lagu blues) adalah pusat segala harapan dan mimpiku (kau adalah seni yang lupa siang dan malam) aku menyayangimu, bahkan lebih dari aku menyayangi diriku sendiri... kusayangi... 11 Juni 2011 @jalan dago - bukit bintang

untuk 1 orang...

---untuk kau yang cantik di sebrang mejaku Kau mendiamkanku, entah sudah berapa jam sejak terakhir kau bicara denganku. Aku tahu aku telah melakukan hal yang membuatmu kesal. Aku menyadari dan aku sedang dalam keadaan sengaja melakukannya. Kau diam. Aku juga diam. Kau tak mau menyapa. Akupun enggan. Kau berharap kau dapat mengguncang perasaanku? Tidak lagi. Ketika kau diam. Aku juga akan diam. Kita lihat, siapa yang akan menang, Tuan... Aku menyukaimu yang banyak bicara dan terlihat pintar di hadapanku. Aku suka menjadikan diriku bodoh di hadapanmu agar kau selalu bicara. Tapi jika kau adalah baja, aku memilih menjadi titanium. ---kau, yang duduk di dekat dinding dan aku berdiri di dekat jendelanya Kau juga mendiamkanku. Aku mengharapkan kau menyapaku sejak kemarin. Ah tidak, dari sebulan, mungkin 2 bulan yang lalu. Sekarangpun aku masih mengharapkannya. Tapi aku tak begitu ambisius seperti kemarin karena kutahu kau merindukanku. Hey, aku juga merindukanmu. Tak bisakah kita melu...

5 cm (kataku)

Aku mengenalmu dalam ketidaksadaranku. Aku tahu kau ada. Tapi tak pernah memperhatikanmu. Kau adapun aku tak tahu. Kau tak adapun aku tak peduli. Kau jauh atau dekat tak ada bedanya bagiku. Kau bersama siapapun semua terlihat sama untukku. Aku mengingatmu karena kau mengingatku. Karena kau mengingatkanku. Karena kau terus memaksa otakku mengingat namamu. Aku ingat namamu. Tapi tidak wajahmu. Kau, yang namanya 5 cm di depan keningku. Kau, yang wajahnya 5 cm di belakang kepalaku. Aku kadang melupakanmu berbulan-bulan. Pernah bertahun-tahun. Kemudian aku mengingatmu kembali saat mendengar kata-kata yang pernah diucapkan olehmu. Childish . Aku didepan matamu adalah seorang dengan kepribadian childish. Entah mengapa aku juga tak bisa mengelak saat kau memanggilku seperti itu. Kau, adalah orang yang datang di waktu yang tak pernah tepat. Kau, mengajarkanku membaca saat aku buta. Kau mengajarkan aku berjalan saat aku tertidur. Kau mengajarkanku bicara saat aku lebih suka mengulik rumus-rumus ...

aturan-aturan

Kita tertawa kemarin. Kau ceritakan kisahmu, aku mendengarkan. Itulah aturan utamanya . Dan aku mengikutinya dengan baik sejauh ini. Selama ini.  Aku takkan melihat kemana-mana lagi dan hanya menatap satu titik. Matamu. Itu adalah aturan kedua . Aku akan banyak diam. Mengikuti alur ejekan dengan senyum dan berharap malam segera merayap datang. Aku diharuskan berhati pelawak. Tak boleh memasukan satu kata jahilpun dalam hatiku agar tak terluka. Itu aturan yang ketiga . Dari semua aturan yang tersedia. Selama ini aku melakukannya dengan baik. Aku melewati alurnya dengan sabar. Aku tak pernah mengeluh. Aku lebih banyak tertawa dan selalu kuucapkan terimakasih untuk tawa hari ini . Lalu apa salahku? Kenapa tiba-tiba kalian membuatku merasa seperti orang jahat ? Apakah aku melewatkan salah satu aturan itu? Apakah aku melanggar aturan yang tersirat itu? Aku dibuat untuk merasa bersalah tanpa alasan yang jelas! Aku dibuat bingung dengan sikap yang mendadak dingin dan senyum kecut. Angg...